Rabu, 05 Desember 2012

Hari ini adalah hari yang aneh.
Dimulai dari aku gak bisa tidur, dan baru bisa tidur sekitar jam 07am gara-gara kepikiran anak itu terus dan aku bingung kenapaaku terus memikirkan dia padahal dia jelas-jelas tidak mau sama aku.
Tiba-tiba di saat mataku sejenak terpejam terdengar suara ketukan pintu kamarku, semakin lama suara ketukan semakin kencang dan terdengar teriakan yg memanggil namaku. Kubuka kunci dan sdikit membuka pintu dan tak lanjutin baringan di kasur. Suara wanita mengajakku ngobrol memaksaku agar aku membuka mata dan kulihat sosoknya dan itupun seperti mimpi karena sebelum dia datang aku sempet ngimpiin dia.
Dia cium aku, dia peluk aku seakan memaksaku untuk membuka mata.
Dia meminta kartu ATMnya yang di titipin di dompetku karena ada keperluan mendadak, aku pun mencari dompet di saku celana dan memberikan kartu ATMnya.
Diapun mencium tanganku dan mengingatkan disuruh jemput dia jam 10am, lalu dia pergi dan akupun melanjutkan tidurku.
Tepatnya sekitar jam 1.12pm aku terbangun karena jam 2pm aku harus kuliah. Aku sempat berfikir apakah itu mimpi? Dan aku masih ingat kata-kata terahir dia sebelum pulang, ''Ini Bukan Mimpi sak. . . '' dan aku sadar semua itu nyata.
Lalu aku mandi, jemput dia, makan lalu kuliah.
Sepulang kuliah kami pun sempet ngomongin sekaten dan aku ajak dia, diapun menolak dengan alasan mau sembahyang.
Setelah nyampai kosku diapun di ajak sama temenku dan dia pun terlihat bingung.
Diapun pulang, sesampainya di kost dia sms aku gak jadi sembahyang tapi mau ke sekaten bareng aku dan temanku.
Singkat cerita sesampainya di sekaten kita naik ombak banyu yang katanya dinamain ombak cinta oleh masnya yg jaga wahana tersebut. Di saat itulah di peluk aku dan nyium aku terus berkata pegangin aku ya? Dan kami sempet teriak bareng-bareng sampai selesai.
Wahana selanjutnya adalah rumah hantu, salah satu wahana yang ingin dia kunjungi. Masuk sana dia langsung pegang aku erat-erat, dia pun menyuruh bahkan memaksa aku memeluknya karena dia takut dan akupun melakukan keinginannya hingga sampai pintu keluar.
Dan wahana terakhir yang kami kunjungi malam ini adalah kora-kora, kami berdua duduk di paling ujung dengan sombongnya.
Dan disanalah aku melihat wajah takutnya, wajahnya pucat dan ketakutan. Dia ingin berhenti, sebnrnya aku juga takut sampai kakiku getar tak henti-henti pada ketinggian. Dia meluk aku dan akupun berusaha melindungi dia seakan takut kehilangan dia karena aku sayang banget sama dia.
Dia sebenere pingin bakso bakar tapi tidak jadi karena dia pusing habis naik kora-kora. Nafsu makannya tiba-tiba hilang katanya.
Akupun mengantar dia pulang ke kost, dia cium tanganku. Ingin ku kecup keningnya tapi dia udah pergi.
Dan akupun hanya sempet ngucapin TERIMAKASIH, atas semua yang dia berikan kepadaku. Aku rasa dia pantas untuk mendapatkan kata-kata itu. :)

Tidak ada komentar: